Tuesday, November 23, 2010

TANDA-TANDA BAHAGIA MENGIKUT KONSEP ISLAM



1.Menjauhkan diri daripada urusan-urusan dunia yang tak penting dan orang yang cinta kepada akhirat
        --berlaku adil ( meletakkan sesuatu pada tempatnya)
       --mencintai akhirat melebihi mencintai dunia
2.Kuat kemahuan kepada ibadah dan membaca Al-Qur’an
3.Orang yang sedkit bercakap dan banyak bekerja
4.Orang yang sentiasa menjaga solat fardhu 5 kali sehari
5.Orang yang menjaga diri daripada perkara-perkara yang haram dan syubhat
6.Orang yang bersahabat dengan orang yang soleh
7.Tawaddhu’(rendah diri), tidak takbur dan tidak sombong
8.Bersifat dermawan lagi mulia
9.Belas kasihan kepada makhluk Allah yang lain
10. Bermanfaat kepada orang lain
11. Orang yang sentiasa mengingati mati
Mari sama-sama kita muhasabah dan koreksi diri,bertafakur sejenak sudah adakah tanda-tanda di atas dalam diri kita?

Tuesday, October 26, 2010

Di Eid Milad Ku Kali Ini


Dedikasi buat diriku nasyid ini walaupun untuk lari sikit temanya...hehehhe...


Genap hari ini ulang tahun ke 25 tahun usiaku. Syukur ke hadrat Ilahi atas ri'ayah, rahmat-Nya, atas nikmat dipanjangkan umur ini.

Mengenang arwah abang dan kakakku yang mendahului, terasa insaf dan sedar. Nikmat kehidupan adalah pemberian Allah semata-mata. Setiap hari yang berlalu, detik waktu yang pergi, adakah kian bertambah amal soleh dan kebaikan yang aku kerjakan. Aduh sungguh celakalah aku andai detik waktu yang pergi itu dipersiakan tanpa ada pertambahan dan peningkatan kebaikan yang dilakukan.

Hari ni, ma naik bas pukul 9.30 setelah hampir seminggu lebih datang KL. Semoga Allah rahmati perjalanan ma dan selamat sampai KB petang ni.

Ku doakan juga kepada Allah agar diri ini terus diberi kekuatan untuk mendidik anak-anak, diberi kekuatan iman dan sabar berhadapan dengan karenah mereka. Agar diriku terus kuat dan tabah untuk berbakti pada suami dan keluarga. Rumahtanggalah medan jihad yang pertama sekali, medan mentarbiyyah anak-anak soleh dan solehah.

Thursday, October 21, 2010

DOSA-DOSA BESAR

Mengikut imam Azzahabiyy dalam kitabnya "Al-Kabaair" beliau menghimpunkan jenis dosa-dosa besar sebanyak 70 perkara seperti berikut:






01 - Belajar ilmu dan sembunyi pengetahuan  
02 - Bersaksi palsu
03 - Berjudi
04 - Bersumpah palsu dan bohong
05 - Berbohong
06 - Bergambar di baju (bila sembahyang)
07 - Perempuan pelacur
08 - Berbuat buruk terhadap yang lemah
09 - Berdebat dan memusuhi
10 - Bersifat dayus
11 - Bercakap kasar dengan orang tua
12 - Dusta nama Allah dan rasulnya
13 - Derhaka pada suami
14 - Derhaka pada hamba Allah, anggap baik dirinya
15 - Hakim derhaka
16 - Homosek (seagama/sejenis)
17 - Mengurangi timbangan
18 - Lari seorang hamba dari tuannya
19 - Lelaki menyerupai wanita
20 - Lari dari medan perang di jalan Allah
21 - Membunuh manusia
22 - Membunuh diri sendiri
23 - Mengamalkan sihir
24 - Meninggalkan sembahyang lima waktu
25 - Meninggalkan sembahyang jumaat
26 - Menderhaka kepada kedua ibu bapa
27 - Memutuskan hubungan silaturrahim
28 - Melakukan zina
29 - Makan harta anak yatim secara tidak betul
30 - Makan dari kekayaan haram
31 - Memberi dan menerima rasuah
32 - Melabuhkan pakaian kerana berlagak sombong
33 - Makan riba
34 - Minum arak
35 - Mencuri
36 - Merompak
37 - Melakukan kezaliman
38 - Melakukan pengkhianatan
39 - Menyebut-nyebut pemberian
40 - Mengingkari janji
41 - Memfitnah
42 - Mengutuk orang islam
43 - Merasa aman dari kemurkaan Allah
44 - Menipu harta rampasan
45 - Melampaui batas
46 - Menuduh zina terhadap orang baik
47 - Memakai emas dan sutera (bagi lelaki)
48 - Mempercayai nujum dan sihir
49 - Menjadi bapa sanggup
50 - Mencari kesalahan orang lain
51 - Menganggu orang lain
52 - Menganggu tetangga
53 - Menyakiti dan memaki orang islam
54 - Mengintip dan membuka rahsia orang
55 - Mencaci sahabat Nabi
56 - Mengurangi wasiat
57 - Mengingkari takdir
58 - Putus asa dari rahmat Allah
59 - Penipuan dan kezaliman terhadap rakyat
60 - Riak dan mempamerkan diri
61 - Syirikkan Allah dengan sesuatu yang lain
62 - Sombong serta angkuh
63 - Sembelih untuk selain Allah
64 - Tidak mengeluarkan zakat
65 - Tidak berpuasa di bulan ramadhan
66 - Tidak mengerjakan haji jikalau mampu
67 - Tidak istinjak selepas kencing
68 - Tidak mendengar cakap ibu bapa
69 - Tipu daya
70 - Wanita menyerupai lelaki

Thursday, October 7, 2010

Subhanallah....

Nasyid dari Mishary Alafasy ini juga tidak kurang hebatnya...menyentuh hati-hati kita mengenai kasih ibu yang tidak terbatas buat anak-anaknya hatta sekalipun buta matanya...tidak sempurna,penuh dengan berbagai kelemahan dan kekurang,kasih ibu tidak sedikit berkurang kerananya....

Allah...rahmati ibu bapa kami....

Tuesday, October 5, 2010

Ibu.....

Hari ini kita layan nasyid terbaru min firqah Far East Maafkan Ibumu Tidak Sempurna
Sayu dan sebak menerpa dada sebaik menghayati bait-bait kalimahnya...

Wallahi...sungguh walau ibuku seorang buta, aku tetap sayang padamu ibu....tiadalah harta dunia ini mampu membayar segala payah dan susah ibu....

Anak-anak 'bertuah' yang telah menderhakai ibu, pulanglah......
Rabb,kasihanilah mereka sebagaimana mereka telah menjaga,mengasihaniku di waktu kecilku ya Allah....


Monday, September 27, 2010

SEKUNTUM DOA
Oleh : wardah al basri
~2008~


Zulkarami menyimpan rajuk jauh di sudut hati kecilnya. Tiada guna lagi memujuk hati yang patah. Apa ertinya terus berharap, terang lagi bersuluh tiada apa lagi yang dapat mengharumi seluruh taman hati yang kian dilanda resah. Alunan zikir dedaunan pada saat ini mungkin masih bisa membias sedikit ketenangan. Rajuk yang entah bila akan surut. Penat dan sedih memikirkan perasaan yang telah menghuni di hati sejak melihat Anesa terlantar 2 minggu yang lalu. Betapa sekuntum cinta buat Anesa telah membenam sejuta kesakitan buat dirinya. Terlalu tidak berdaya menghadapinya. Kerana setulus kasih yang diberikan, menjadi terlalu azab dirasakan. Direlakan segalanya buatmu Anesa…. Tidak diingini semuanya terjadi, namun takdir yang hadir benar-benar menguji kekuatan iman. Pugah meniti kesakitan di hujung penantian. Menanti dan terus menanti, menjadikan detik waktu terasa terlalu perlahan berlalu.

Mengimbau detik manis saat pertemuan ditentukan orang tua 5 bulan yang lalu. Terlalu manis saat itu untuk dikenangkan. Ada rasa cinta yang mula menyala dan membahang. Anesa anak tunggal perempuan Mak Long Haji Deraman yang baru pulang dari Timur Tengah dan bertugas sebagai pendidik diperkenalkan kepadanya. Zulkarami tahu, hatinya terpikat saat kali pertama menatap wajah halus itu lewat pertemuan mereka di petang Aidilfitri yang sungguh indah dan berkat. Ada rasa syukur yang melimpah lantaran pertemuan yang tidak terduga. Menurut mak, mengapa tidak, Anesa di sana 7 tahun. Namun pulangnya, dia masih berwajah mungil seperti 7 tahun sebelumnya. Malah lebih cantik, anggun bertudung dan sopan. Terasa bertuah mengenali gadis sesantun Anesa.

Peribadinya lembut dan penyayang paling menambat hati Zulkarami. Anesa seorang yang pendiam namun suka tersenyum. Tidak banyak karenah dan terlalu baik untuk dijadikan kawan. Dia jarang sekali bercerita tentang dirinya. Lebih banyak mendengar daripada berbicara. Kadang-kadang Zulkarami jadi keliru, sebenarnya Anesa suka atau tidak tentang sesuatu perkara kerana terlalu sukar membaca isi hati gadis manis Anesa. Mak Long pernah menceritakan perubahan Anesa sejak pulang dari Mesir. Mengikut Mak Long, Anesa semakin pendiam dan suka menyendiri. Tidak lagi peramah dan suka bergaul. Namun di sebalik perubahan yang diceritakan Mak Long, Zulkarami merasakan Anesa tetap ceria dan mesra.

Kerana tugas, mereka terpaksa berjauhan. Anesa di Sarawak dan dia di Semenanjung. Oleh kerana begitu begitu keadaannya, kedua keluarga bersepakat untuk menyatukan mereka dengan segera. Namun tentangan dari pihak Anesa sendiri menyulitkan hasrat murni kedua belah pihak. Zulkarami terdiam, tidak mampu berbuat apa-apa. Yang empunya badan nampaknya enggan. Patutlah Anesa agak tidak selesa tiap kali diajak berbicara tentang pernikahan mereka. Pada sangkaan baik Zulkarami, mungkin Anesa belum bersedia memulakan fasa baru dalam hidupnya untuk bergelar isteri. Ada ketikanya, runtunan hati lelakinya terlalu rindu, menggamit perasaannya pada Anesa tiap kali berjauhan. Badai cinta menghempas kuat di pergigian hati. Walau dibariskan di hadapannya barisan bidadari yang anggun dan cantik, Anesa jua yang menjadi idaman dan impiannya. Tiada yang mampu menghapus kesetiaan kasihnya buat Anesa. Sesuci telaga kauthar, begitulah segar dan nyali benih cintanya buat puteri hati Anesa.

Lantaran keengganan Anesa untuk disatukan, Pak Long berkeras mahu Anesa ditunangkan juga dengannya. Berat dan payah Anesa menerimanya. Namun kehendak orang tua, sukar untuk ditolak.  Dalam majlis yang sederhana, mereka ditunangkan tanpa senyum manis sang permaisuri. Namun lafaz kesyukuran tetap bergema dalam dada, biiznillah Anesa akan menjadi sayap kiri hidupnya suatu waktu yang ditentukan Tuhan kelak. Kata-kata ayah selalu bermain di ingatan,
“Jodoh itu sama seperti ajal, bukan di tangan insan tapi ketentuan Tuhan pada waktu yang tidak diketahui”.
Doanya, biar ada jodoh untuknya sehidup semati bersama Anesa.

Berkah pagi Jumaat yang mulia menjadi kacau sebaik terdengar suara mak tersedu-sedan di hujung talian. Kusut fikiran Zulkarami sebaik terdengar perkhabaran duka daripada mak. Dia mengambil cuti emergency dan tanpa berlengah pulang ke kampung. Pada fikirannya mengapa sampai hati Pak Long sekeluarga memutuskan ikatan pertunangannya dengan Anesa. Dia tidak pernah mendesak jauh sekali memaksa keluarga Pak Long mempercepatkan walimah. Tapi kenapa secara tiba-tiba sahaja pertunangan mereka diputuskan tanpa sebab. Punah perasaannya saat itu.

Sebaik sampai di rumah Pak Long, suasana agak hingar-bingar. Kebetulan Anesa juga baru juga sampai dari Sarawak sebaik menerima panggilan dari ayahnya minggu lalu. Dia terpinga-pinga tidak mengetahui apa sebabnya sehingga diarah pulang dengan segera. Masih bugar diingatan Zulkarami, Pak Long menampar pipi gebu Anesa. Simpatinya buat Anesa melimpah. Merah padam muka Pak Long menahan marah. Semuanya gara-gara Pak Long terjumpa laporan perubatan Anesa sewaktu berada di Timur Tengah. Luluh hatinya, hancur berkecai. Kertas putih itu digengam Pak Long. Anak yang disangkanya baik,  berakhlak dan berilmu rupanya telah menconteng arang ke mukanya. Laporan kesihatan menunjukkan Anesa positif HIV!. Asstaghfirullah… Itulah rupanya asbab pertunangan diputuskan serta-merta. Kala itu Zulkarami terduduk, termanggu merenung jauh ke dalam diri, bermain dengan seribu kemusykilan yang tiada jawapan. Ketakutan dan kegelisahan Anesa tentang kesudahan sebuah pernikahan bersebab. Tentu menderita fitrah kewanitaannya, Tuhan…. Jangan biarkan beban mehnah mematikan imannya..


                        *                       *                       *                       *                       *

            Sejak Anesa tidak sedarkan diri dan dirujuk ke hospital, Zulkarami bingung. Sekalipun tidak dijenguknya Anesa di hospital. Bukan kerana benci tapi terasa dirinya berada di persimpangan. Antara 2 jalan yang harus dipilih. antara janji terhadap sang kekasih atau kebenaran yang harus diketahui semua pihak. Malam-malam yang dilalui kini penuh dengan harap, Tuhan menunjukkan jalan untuknya. Tamatkanlah segera kesedihan semua. Buat Pak Long sekeluarga, mak dan ayah, bersabarlah. Kebenaran akan terbentang juga nanti.
            Anesa tidaklah seperti yang kita semua fikirkan. Pak Long usah bersedih Anesa begitu kondisinya. Dia tetap anak Pak Long yang solehah!. Namun lumrah yang beriman, kekuatan taqwanya harus diuji. Dan Anesa diuji. Setabah Maryam yang mengandung tanpa bersuami, sekuat itulah ketabahan yang dipertahankannya. Kita berbangga kerana pernah menyayanginya Pak Long!. Berbahagialah Pak Long dan Mak Long, doa kalian mustajab. Anesa anugerah terindah yang sa’adah. Sewaktu menuntut di sana, Anesa telah terlibat dalam kemalangan jalan raya yang membabitkan 4 rakannya yang 3 daripadanya meninggal dunia. Dan dia yang bertuah dapat diselamatkan hasil pemindahan darah dengan segera daripada temannya yang tidak dikenali. Detik kehidupan yang kembali dimiliki rupanya memulakan bersamanya suatu penderitaan yang tidak tertanggung. Dari situlah dia memperolehi HIV. Aduhai Anesa…. Ujian itu sifatnya pahit kerana hakikat syurga itu manis. Bersabarlah…

            Zulkarami tetap menerima Anesa walau bagaimana keadaannya. Malah simpatinya melebar seluas sungai Furat. Seberkat Ajwah, Anesa tetap hidup di wadi hatinya. Tidak adil untuk kita menghukum sebelum mengadilinya. Tuhan maha tahu atas segala kehendak-Nya. Biarkan nostalgia semalam beransur tua. Usah dikenang hal-hal pahit yang mendera sukma. Kita semua harus kuat demi Anesa. Kalau Allah menyayanginya mengapa kita manusia pula yang perlu rasa benci. Rajuk ini akan cuba dihapuskan. Sedikit rasa terkilan di hati Zulkarami masih berbaki kerana Anesa terlewat memaklumkan perkara ini, setelah banyak hati terguris luka dan banyak harapan yang telah punah.

Diam Anesa yang telah membunuh pertimbangan dan rasional Pak Long. Zulkarami faham betapa tergurisnya hati abang-abang Anesa atas apa yang menimpa adik kesayangan mereka. Bukan Tuhan tidak tahu betapa sedih dan terlukanya hati kita Pak Long tapi Tuhan sengaja membiarkan kita merasainya kerana Tuhan mahu kita dekat dengan-Nya, Tuhan mahu mengangkat martabat kita di sisi-Nya. Yakinlah bahawa dalam tiap tangis ada bahagianya. Kesakitan dan kepedihan yang kita alami sebenarnya punyai nilai di sisi Allah. Bukan kerana Allah membenci kita Pak Long.

Dan Pak Long, kita semua perlu bersabar dan terus berharap dengan doa; satu-satunya senjata yang masih kita punyai untuk mendepani cubaan ini. Kita akan bersabar dan terus menanti sampai ketikanya Anesa akan tersedar dari ‘kerehatan’ dan ‘tidur’nya yang panjang ini….. Sekuntum doa buatmu bakal isteri…..

Sunday, September 26, 2010

Tafakur sebelum ibadah tidur....

Anakanda Najmie sudah lena dibuai mimpi...semoga mimpi yang indah-indah sahaja...

Alhamdulillah....penat sungguh rasa tubuh. Habib dan Najmie sudah lama dibuai mimpi. Penat barangkali. Hari ni kak Hayat buat rumah terbuka,tapi kami tak dapat datang kerana habib ada program di sekolah. Sedih juga di hati,sudah la hari raya lalu,kak Hayat tidak dapat berhari raya bersama kami di kampung laman,rumahnya pula kami tidak dapat datang.

Maafkan saya juga kak noly,nurul asma coz tidak dapat datang jemputan rumah terbuka antum lantaran masalah kesihatan yg meruncing akhir-akhir ini.

Salam rindu dari jauh kami titipkan buat kak Hayat sekeluarga. Rindu pada mahmudahmu,rindu kalam dan penamu..lama sungguh tarbiyyahmu tidak kukutip...sungguh masa telah merubah segalanya.

Namun semoga hati kita berpadu rapat di bawah lembayung rahmat dan ri'ayah Ilahi. Sampai masanya,kembali kita bertemu....

Monday, September 20, 2010

Salam EidilFitri 2010...

Salam Lebaran buat semua....

Sempena Aidilfitri 1431H, mohon maaf salah dan khilaf kami. Salam eid mubarak buat muslimin muslimat. Sambutlah hari kemenangan ini dengan selayaknya. Elakkanlah dari sebarang aktiviti mungkar..katakan tidak pada maksiat!

Wednesday, July 7, 2010

Nostalgia:Terima Kasih Allah

Muhammad Najmie berusia 2 hari


Lama membiarkan ruang ini  sepi tanpa bicara. Lewat kebelakangan ini, saya tiada upaya hendak post entry baru. Rutin baru yang sedang dihadapi menjadikan masa sedikit pendek terasa. Mengurus si kecil, menyediakan keperluan baba ke sekolah setiap hari mudah-mudahan diri dibekalkan kekuatan selalu agar usrah kita sentiasa dalam mawaddah, sakinah dan rahmah. Teringat kenangan melahirkan Muhammad Najmie.



Tugas serta pentaklifan melahirkan seorang khalifah Allah ke muka bumi ini bukanlah tugas yang calang-calang digalaskan ke bahu para ibu dan ummi. Segala puja puji kepada Allah, memberi ibu-ibu kekuatan melahirkan zuriat, memberi kemampuan untuk menahan sakit dan menahan segala penderitaan dan kesengsaraan semasa mengandung, melahirkan dan selepas proses kelahiran. Maha suci Allah....hebat sungguh kekuasaan-Mu ya Rabb!

Masih jelas dingatan, due date yang tertera di buku merah adalah 30/3/2010. Habib memaksa saya untuk pulang ke kampung seminggu lebih awal tetapi hati ini berat sahaja mahu menuruti akan tetapi saya pasrah dan mengikut sahaja apa yang terbaik pada fikiran habib ditambah pula beban kerja saya yang terkadang membuatkan saya lemah untuk berfikir tentang diri sendiri . Habib seakan mampu menduga, isterinya akan awal melahirkan.

Setelah saya berjaya memohon menggunakan cuti bersalin lebih awal dari tarikh jangka bersalin, tanpa berlengah terus bertolak pulang ke kampung laman tercinta. Sejak mengandung, saya jarang pulang ke kampung.Namun atas rahmat Allah,bersalin ini rupanya membawa rahmat terselindung,memberi kerehatan,memberi waktu bertenang, kembali mengurus diri dan keluarga!.

Takdirnya,Alhamdulillah sepanjang perjalanan pulang ke kampung pada 26/3/2010 terasa sangat tenang. Tidak langsung terasa letih, susah dan payah. Perut yang sarat seolah-olah bagaikan ringan sahaja. Kata habib walau nampak sudah berat hendak melangkah tetapi katanya saya nampak aktif sahaja. Habib tak tahu, dalam hati saya tidak putus-putus berdoa semoga segala urusan dipermudahkan. Perasaan waktu itu tak usah cakap, memang mula merasa tak keruan, serba tak kena. Namun kepada Allah dikembalikan rasa resah gelisah diri.
Balik kali ini, saya habiskan masa di rumah saya. Pesan habib selepas bersalin nanti saya akan habiskan masa berpantang di rumahnya pula. Seingat saya, dalam dingin subuh 27/3/2010 saya merasa sakit yang 'ringan' di perut. Ma dan abah waktu itu mahu lekas ke surau solat subuh berjemaah, habib juga. Adik-adik saya yang berdua masih tidur, sudah berkali mak kejutkan tetapi tak terbangun juga. Saya cepat mengadu pada ma. Melihat keadaan saya, mulanya ma tak jadi pergi surau tetapi akhirnya habib yang ambil keputusan untuk solat di rumah sahaja temankan saya yang mungkin telah sampai masa.
Selepas sedikit sakit pada subuh-subuh hari, usai solat subuh dan bermathurat kesakitan langsung sudah tidak ada. Malah sepanjang hari itu saya sempat lagi temankan habib membeli lauk di pasar. Sempat saya berceloteh panjang dengan ma, tunjukkan barang keperluan baby dengan ma dan ma mulalah dengan kisah waktu dia melahirkan kami dolu-dolu. Hehehee, manisnya saat itu.
Maghrib itu, setelah habib balik dari surau kami langsung ke rumah habib. Katanya dia mahu isya' di sana, bertemu mata kawan-kawan lamanya di masjid. Habib kata akan bermalam di sana. Saya menurut sahaja. Waktu itu saya sudah mula merasakan kesakitan yang sama seperti subuh pagi tadi. Kali ini rasanya makin menjadi-jadi. Allah....Allah....
Sebaik azan isya' berkumandang dari menara masjid, saya masih berteleku atas sejadah. Rutin saya akan mengerjakan solat sunat hajat selepas solat maghrib. Hari itu saya tidak terbuat maghrib tadi lantaran habib mahu cepat.
Saya tertidur atas sejadah. Saya terjaga saat mula merasa kesakitan yang semakin kerap. Sedar yang saya belum solat segera bersolat. Saya berfikir sendiri mungkin sudah sampai masanya sungguhpun awal dari due dua hari. Saya solat hajat agar mudah proses kelahiran andai telah sampai masanya. Hati berdebar-debar. Pengalaman pertama....hehehe

Terkenang saat sebelum ini, habib banyak mengajar itu dan ini, memberi sokongan yang padu. Sanggup menahan sikap dan fi'il saya. Ramadhan yang lalu saya langsung tidak boleh masuk dapur, apatah lagi untuk memasak. Saya tidak punya kudrat untuk itu. Sebulan Ramadhan 1430H yang lalu saya hilang selera makan,nikmat yang diuji....Maafkan zaujah mu ini habib....
Sesekali dia bacakan Yassin sambil mengusap perut. Ada juga saat saya terlalu letih terlelap di sisinya, lunak suaranya mengalunkan kalamullah menjadi mantera tidur saya. Teringat kenangan kami saat melihat gerakan baby kami berkali memanggilnya Ahmad...Ahmad....mudah-mudahan zuriat yang lahir nanti menjadi insan soleh dan bertaqwa kepada Allah. Tidak tahulah fakta sebenar, abah(ayah habib) kata rajin-rajinlah usap janggut suami. Ianya menjadi ubat selusuh, memudahkan bersalin nanti. Ini pun saya amalkan. Teringat juga cerita abah waktu saya kecil-kecil dulu,saya suka pegang janggut sejemput abah. Abah kata, para bidadari bermain dijanggutnya....

Sepanjang mengandung saya mengamalkan doa-doa, surah-surah yang dianjurkan untuk dibaca. Banyak bertenang dan rehat. Kata habib, solat sunat itu selalu amalkan....

Sebaik segalanya usai, saya kejutkan habib yang sudah terlena. Dia segera bangkit dan mahu segera ke hospital. Semua yang tertidur terjaga, ma mengusap perlahan perut saya, mengajar beberapa doa dan memberi pesan sebelum kami ke hospital. Ma nak ikut tetapi habib kata tak perlulah. Biarlah selamat bersalin dahulu baru ma boleh datang. Lagi pun waktu itu sudah pukup 1 pagi. Baik tunggu di rumah sahaja.
Kami sampai di hospital pukul 1.30 pagi pada 28/3/2010. Saat itu,bukaan baru 4cm. Sebaik dipecahkan ketuban selepas beberapa ketika saya disuruh ready masuk labour room.  Mungkin tak de orang sangat,sebab tu sudah disuruh masuk. Pukul 2 pagi masuk labour room.

Setinggi-tinggi syukur kami rafa'kan ke hadrat Ilahi, tepat pukul 2.31 pagi lahirlah zuriat sulung kami, bintang hati yang ditunggu-tunggu seisi keluarga. Saat tangisan si kecil kedengaran di telinga,lafaz tasbih dan tahmid bergema dalam dada. Terima kasih Allah..terima kasih Allah....

Jazakallahu khairan jaza' buat habib tercinta, menemani saat perjuangan sedang berlangsung.
Kini semuanya tinggal kenangan indah yang terpahat di wadi hati. Terima kasih Tuhan atas rahmat dan kasih sayang-Mu. Indahnya dapat merasai susah dan sakitnya mengandung, melahirkan dan mentarbiah anak-anak cahaya mata.














Wednesday, June 16, 2010

Majlis Pengkebumian Allahyarham Ustaz Hassan Shukri





Sugul....


Jelas kesedihan melanda Tuan Guru atas kehilangan sahabat seperjuangan




Gambar-gambar sekitar majlis pengebumian Allahyarham Ustaz Hassan Shukri. Kredit untuk Topeng Perak Unmasked.
Sama-sama kita hadiahkan al-Fatihah dan semoga rohnya dicucuri rahmat.
Allahummaghfirlahu warhamhu wa'fihi wa'fu'anhu...

Tuesday, June 15, 2010

Kembali Bersiaran



Kalimah puja dan puji bagi Allah pemilik sekalian alam....selawat serta salam buat Junjungan SAW, nabi buat umat akhir zaman...

Syukur kepada Allah atas nikmat kurniaan-Nya,anugerah tidak ternilai kelahiran cahaya mata penyejuk hati kami pada 28 Mac yang lalu. Tidak sedar pantas masa berlalu, khalifah kecil kini nak masuk 3 bulan....

Saturday, February 20, 2010

Baba Bersusah-susah Demi Anakanda









Terima kasih buat habib atas susah payah dan kebaikannya, banyak membantu, memenuhi segala kekurangan diri.

Habib wasatiah sahaja sungguhpun sangat teruja dan gembira dengan kehadiran bakal jundi kecil di sisinya.

Garis-garis gembira kian jelas terpancar di wajahnya. Itulah mungkin ekspresi setiap bakal bapa. Lucu mengenangkan habib yang kadang-kadang lebih cerewet memilih barang untuk baby. Tentunya cerewet sebab nak pastikan yang terbaik untuk baby.

Semoga cahaya hati kami selamat dilahirkan. Mudah-mudahan Allah dengan rahmat-Nya mempermudahkan segala urusan kami. Tiada upaya kami selain segalanya di bawah takdir dan tadbir-Nya!


Friday, February 5, 2010

Dunia Baru

Pertamanya marilah kita mengucapkan setinggi syukur ke hadrat Allah SWT atas limpahan rahmat serta kasih sayang-Nya, atas nikmat pinjaman umur yang masih terus diberikan ini. Selawat dan salam buat rasul junjungan SAW serta ahli keluarga baginda seluruhnya.


Lama saya biarkan blog ini sepi. Bukan tidak ada entry baru yang hendak ditulis tapi kekadang dihambat bermacam waajibat dan taklifan kehidupan yang berbagai. Namun, kali ini syukur alhamdulillah, diberi sedikit ruang masa oleh Allah untuk terus gagah menulis walau tidak lagi seaktif dahulu. Tetapi tidak mengapa, sekurang-kurangnya nikmat masa ini dimanfaatkan sebaiknya.

Debar dalam dada hanya Allah sahaja yang mampu memahaminya. Kepada Allah diserahkan segala ketidakmampuan dan kelemahan diri ini. Saya dan suami menyorok debar dalam dada menempuh hari-hari seperti biasa walau ada sedikit dedar menanti kelahiran cahaya mata sulung tidak berapa lama lagi. Sahabat semua, doa-doakanlah.


Teringat sabda Nabi SAW "Wahai para ibu, tahukah kamu diberi ganjaran kerana mengandung daripada suami kamu yang sah itu? Allah samakan dengan pahala berjihad di jalan Allah! Pahala yang diterimanya kerana menanggung kesakitan ketika bersalin terlalu banyak hingga tidak berupaya kita mengiranya. Setiap satu tegukan si bayi dari susu ibunya akan diberi balasan satu kebajikan. Apabila si ibu tidak tidur semalaman kerana menjaga anaknya yang sedang sakit, maka Allah akan memberi balasan pahala kepadanya sebanyak pahala memerdekakan 70 hamba dengan niat yang semata-mata kerana mengamalkan ajaran Islam".

Hadith tersebut telah diriwayatkan oleh beberapa orang; yang seorang daripada mereka ada kaitannya dengan kerja menyusukan anak Nabi yang bernama Ibrahim, yakni Salamah. Kemudian, selain Salamah, hadith itu turut diriwayatkan oleh Al-Hassan bin Sofwan, Thabrani dan Ibnu al-Sahir.

Sungguh besar Islam memartabatkan ibu sebagai insan yang melahirkan umat manusia ke muka bumi ini. Saat diri dalam keadaan begini, terasa jiwa sayu mengenangkan mak. Ada garis keinsafan dan muhasabah yang hadir di wadi hati. Beginilah kesusahan dan kepayahan mak membesarkan anak-anak. Mengandung dan melahirkan, tidak cukup dengan itu memberikan pendidikan dan tarbiyah agar anak menjadi insan mulia dalam erti kata lain menjadi khalifah Allah yang memakmurkan bumi ini dengan keindahan dan kesantunan akhlak yang terpuji.

Paling tidak, saya mengharapkan Allah berikan saya ketabahan seperti mak membesarkan saya walau dalam kesederhanaan, alhamdulillah saya tumbuh menjadi insan yang dapat mengingati besar jasa dan pengorbanannya. Mohon agar di beri hidayah, kesabaran dan selalu dipandu serta dipimpin oleh-Nya dalam mendidik anak-anak anugerah Allah kepada rumah tangga kami. Mengharapkan akan lahirnya anak-anak yang soleh dan solehah sebagai penyeri, menyejukkan mata, sebagai jilul quran, memenuhi dada mereka bukan hanya dengan pembangunan duniawi malah lebih daripada itu terbangunnya ruhiyyah mereka dengan ilmu mengenal Allah sebagaimana yang pernah saya dapat dan lalui di waktu kecil-kecil dahulu.

Sungguh zaman telah beredar dan bertukar, tidak sama lagi waktu kita kecil dengan zaman anak-anak kita sekarang. Cabaran zaman sekarang tidak mudah untuk dihadapi. Namun saya ingat pesan mak, agama menjadi nadi tarbiyah, agama menjadi tunggak 'mengikat' akhlak anak-anak. Didiklah anak-anak mengikut acuan agama, insya Allah mudah melenturnya. Saya yakin dengan kata-kata itu. Saya telah melihat bukti dan kejayaan formula tarbiyah mak dan abah terhadap anak-anaknya di depan mata kepala ini. Tanpa bukti yang sangat soreh dan nyata ini, tentu sukar juga kita manusia (manusia akhir zaman memikirkan semua perkara hanya mengikut logik akal mereka sahaja padahal tidak semua perkara mampu difikirkan dengan akal yang mana keupayaan akal memang jelas amat terbatas sekali) mahu menerima dan mempercayainya.

Maha benar sabda nabi-Mu, tidak akan sesat selamanya bagi orang yang berpegang teguh kepada al-Quran dan hadith. Saya yakin, cabaran dan mehnah yang melanda kehidupan umat manusia adalah dari Allah dan Allah sudah tentunya punya penawar, ubat, jalan keluar atas tiap sesuatu permasalahan. Usah risau, usah khuatir, tenanglah hati. Allah tidak akan membiarkan hamba-hamba-Nya sendiri tanpa dibimbing dan dibantu-Nya. Saya yakin dan percaya itu.

Memikirkan cabaran dan masa depan zuriat akan datang, usahakanlah yang terbaik, didik dan tarbiyahlah mereka mengikut acuan sunnah yang betul. Saya merasa sangat belas dan sayu melihat ibu bapa yang amat sayangkan anak-anak dengan dipenuhi segala keperluan dan hajat keduniaan anak-anak mereka tetapi fitrah anak-anak itu tidak dipenuhi malah diabaikan begitu sahaja. Hati mereka gersang dan tandus, jauh dari Tuhan.

Semoga Allah pimpin dan beri mereka hidayah. Anak-anak anugerah Allah, coraklah mereka dengan sebaiknya. Jangan hanya pandai melahirkan anak tetapi jahil untuk mentarbiyah mereka menjadi anak yang soleh. Didiklah mereka sedari kecil, kenalkan dengan Tuhan pencipta mereka. Jangan ajar mereka jadi manusia yang sombong kepada Tuhan. Jangan kita menjadi ibu bapa yang menyesal di hari-hari tua mengenangkan silap merencana dan mendidik anak-anak di waktu kecil mereka.


Rabb, kurniakanlah kami zuriat keturunan yang soleh lagi bertaqwa kepada-Mu. Pimpinlah kami dan jangan biarkan kami menentukan nasib diri kami sendiri walau dengan kadar sekelip mata. Engkaulah Tuhan yang berhak disembah, maha suci Engkau dan tidak ada Tuhan selain Engkau! Amin.